Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Setiap
orang ingin merasakan kebahagiaan. Ada yang menyangka dengan
datangnya uang maka ia akan menjadi bahgia sehingga ia pun mencari
uang mati-matian. Ada juga yang menyangka bahwa kedudukan bisa
membuatnya bahagia, maka ia pun mencoba merebut kedudukan. Ada yang
menyangka penampilanlah yang akan membuatnya bahagia, maka
mati-matian ia mengikuti mode. Ada yang menyangka banyaknya pengikut
membuatnya bahagia, begitu seterusnya.
Setiap
kali kita membutuhkan sesuatu dari selain kita, kita menyangka bahwa
itulah yang akan membuat kita bahagia. Kita menggantungkan harapan
pada selain kita, selain Allah. Padahal semakin kita berarap orang
lain berbuat sesuatu untuk kita maka sebenarnya peluang bahagia itu
malah akan terus menurun. Kenapa? Ibarat cahaya matahari yang
memancar tanpa membutuhkan input dari luar, kebahagiaan yang hakiki
itu justru datang bukan dari seseorang atau dari sesuatu.