Assalaamu'alaikum
Wr. Wb.
"Jika
Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan
kamu..." (Q. S Ali Imran (3) : 160)
Tampaknya
tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh
jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu
menganggap dirinya orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal
dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi
saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah
mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia
wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga
mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan
besar yang menguntungkan.
Seorang
ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh
bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya
telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri.
Pendek
kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut
pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut
pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya
sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya?