Tuesday, March 20, 2012

KUNCI HIDUP SUKSES


Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu..." (Q. S Ali Imran (3) : 160)

Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan. 

Seorang ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri.

Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya?

Monday, March 19, 2012

JADIKAN IMPIAN ANDA KENYATAAN

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Seorang anak laki-laki bernama Monty Robert yang duduk di bangku SMU mendapat tugas dari gurunya untuk membuat karangan mengenai cita-citanya. Ia pun menulis karangan setebal tujuh halaman yang memaparkan tujuannya untuk memiliki suatu peternakan secara terperinci dan ia bahkan menggambarkan sebuah sketsa tentang peternakan seluas dua ratus acre, yang memperlihatkan lokasi seluruh bangunan, kandang, dan jalur pacuan. Kemudian ia melukis denah yang mendetil untuk rumah seluas empat ribu kaki persegi yang akan terletak di peternakan dambaan hati seluas dua ratus acre itu. Ia benar-benar mencurahkan isi hatinya ke dalam subyek itu dan pada keesokan harinya ia menyerahkan karangan itu kepada gurunya. Dua hari kemudian ia menerima tulisannya kembali.
Di halaman depan tertera huruf F besar dengan catatan yang berbunyi, ‘Temui aku seusai jam sekolah.’

Guru itu berkata, “Ini adalah impian yang tidak realistis untuk anak muda seperti kamu. Kamu tidak punya uang. Kamu tidak memiliki sumberdaya.

SYUKURI DAN TERUS KEJAR IMPIANMU

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Masih ingat di benak kita, waktu kecil ketika ditanya, "Apa cita-citamu?" Dengan lantang kita menjawab: "Saya ingin jadi presiden!" Atau, "Saya ingin jadi dokter!" Dsb. Namun ketika beranjak dewasa, saat menjadi mahasiswa, pertanyaan serupa, bisa jadi jawabannya berubah: "Tidak usah dipikir, yang penting bisa lulus dulu!"

Banyak mahasiswa yang awalnya menghendaki masuk ke perguruan tinggi idaman atau ambil jurusan favoritnya, ketika tidak tercapai secara drastis sikap mentalnya menurun. Akibatnya mereka menjalani masa perkuliahannya dengan apa adanya.
Padahal jika kita terus optimis dan bertekad baja, impian masih bisa diraih. Kita sering mengetahui, banyak orang sukses yang dahulunya hanya berlatar belakang dari perguruan tinggi di daerah dan jurusan yang kurang favorit. Perbedaannya mereka memiliki kemauan kuat dan berusaha penuh totalitas untuk mewujudkan impiannya.
Maka sepatutnya kita mensyukuri setiap keadaan yang diberikan. Bangkit dari rasa malas dan buang keraguan. Miliki motivasi yang kuat, bahwa keberhasilan itu sesuatu yang indah dan membahagiakan. Untuk meraihnya harus tekun belajar, disiplin, dan terus mengembangkan keahlian. Bercermin dari keberhasilan orang lain, bila perlu minta saran atau nasihat untuk kemajuan diri.

Friday, March 16, 2012

IKHLAS ITU INDAH... ^_^

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Suatu hari, seorang pemuda miskin, yang menjual barang dari pintu ke pintu untuk membiayai sekolahnya, menemukan dirinya hanya memiliki uang sepeser dan dia kelaparan. Dia akhirnya memutuskan untuk meminta makan di rumah selanjutnya. Namun, dia kehilangan keberaniannya ketika seorang wanita muda cantik membuka pintu rumah. Alih-alih meminta makan, pemuda itu hanya meminta segelas air putih. Wanita itu berpikir bahwa pemuda itu terlihat kelaparan jadi dia membawakannya segelas besar susu. Pemuda itu meminumnya pelan-pelan, dan kemudian bertanya, "Berapa saya berhutang kepada Anda?"
"Kamu tidak berhutang apa-apa kepada saya," jawab wanita itu. "Ibu saya selalu mengingatkan kami untuk tidak pernah menerima bayaran atas kebaikan yang kami lakukan."
Pemuda itu kemudian berkata.. "Kalau begitu, saya berterima kasih dari hati saya yang terdalam."
Pemuda itu bernama Howard Kelly, dia kemudian meninggalkan rumah itu bukan hanya dengan fisik yang lebih kuat, namun juga imannya kepada Tuhan dan orang lain. Sebelumnya, dia sudah ingin menyerah dan berhenti.
Bertahun-tahun kemudian, wanita muda tadi mengalami sebuah penyakit kritis.

Thursday, March 15, 2012

PEMANCING KECIL

Assalaamua'alaikum Wr. Wb.


Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya. Selain asyik bermain, si anak juga sering memperhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. 
"Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti," kata si paman ramah.
"Tidak, terima kasih Paman," jawab si anak.
"Lho, kalau diperhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang ditawarkan kepadamu, kenapa ditolak?"

Wednesday, March 14, 2012

RUBAH MINDSET (POLA PIKIR)

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sungguh betapa kita sangat menginginkan hidup ini sejalan dengan apa yang kita harapkan. Karir ingin sukses, istri ingin cantik dan pintar, tempat tinggal ingin mewah, keluarga ingin sakinah, harta ingin melimpah, dan seterusnya.

Sayangnya pola pikir kita seringkali justru tidak menuju ke arah sana. Ketika di tempat kerja kita ada rekan kerja yang lebih dipercaya oleh atasan, kita justru mencibir dan iri tanpa berusaha untuk bersaing secara sportif. Atau ada rekan kerja yang kerjanya tak seberapa tapi carmuk (cari muka) nya rajin, kita malah jadi tidak bersemangat dalam bekerja sehingga mengganggu produktifitas dan kreatifitas kita. Management perusahaan yang kurang bagus, sering kita jadikan kambing hitam atas karir kita yang tidak kunjung membaik. Di tugaskan ke pelosok desa terpencil, kita menganggapnya sebagai hukuman atas ketidak mampuan kita. Jadi setiap apapun yang kita dapatkan dan rasakan, seakan-akan semuanya memojokkan diri kita dan menjadikan kita sebagai korbannya.

Mindset (Pola Pikir) adalah sangat berperan dalam kasus di atas. Dan jika Mindset kita, kita atur dan kita tata serta kita fokuskan kepada yang negatif, maka

Tuesday, March 13, 2012

JANGAN TERLENA DENGAN KENYAMANAN

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sudah bukan rahasia lagi, jika kita merasa nyaman, maka kita lebih cenderung santai dengan menikmati kenyamanan tersebut. Bekerja di tempat yang nyaman, dengan penghasilan yang cukup baik, tekanan kerja tidak terlalu besar, rekan-rekan kerja mendukung, dan iklim kerja sangat kondusif. Setiap hari, yang penting datang ke kantor, mengerjakan berbagai pekerjaan rutin yang tidak terlalu berat. Istirahat update status di Facebook, Twitter, browsing, chatting sama teman-teman di tempat lain. Menunggu sore hari datang, lalu mengisi absen dan pulang. Begitu seterusnya setiap hari dilakukan. Ini adalah kenyamanan yang sering membuat kita lalai, kenyamanan yang sering membuat kita lupa bahwa sebenarnya kita mempunyai potensi yang lebih besar yang bisa dikembangkan.

Bukan hanya potensi besar yang mungkin terlupakan. Kenyamanan akan melenakan kita untuk terus memperbaiki diri, seakan-akan kita sudah memiliki semuanya. Akibatnya, kita bermalas-malasan untuk kembali belajar.

Ada cerita menarik tentang seekor katak yang direbus. Jika kita masukkan ke dalam air yang panas,